songa Adventure” tepatnya di Desa Condong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, arus deras Sungai Pekalen mengalir deras diantara bebatuan besar membuat suara khas kawasan arung jeram, akan ditemui pemandangan tebing yang indah, suara gemericik air terjun yang tak pernah henti, ada juga suara cicit ratusan kelelawar.
“Seru, menyeramkan, mendebarkan dan menyenangkan bercampur jadi satu. Melelahkan namun mengasyikan membuat kita tidak jera serta ingin mengulang kembali, apa hikmah yang dapat dipetik dari rafting ? adalah dengan kehati-hatian atau kewaspadaan, rasa optimis serta percaya diri yang kuat dibungkus dengan doa maka semua halangan dapat dilalui dengan lancar dan selamat sampai tujuan ” demikian kata Hery Mujiono.

Pantai Ngurbloat, pantai dengan pasir putih paling halus di dunia atau lebih dikenal oleh penduduk kota Tual dengan Pantai Pasir Panjang, terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil. Pasir putihnya yang membentang sekitar 5 Km, ribuan pohon kelapa yang terhampar dipinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang akan membuat anda betah berlama-lama ditempat ini. Kawasan ini masih sangat alami dan merupakan daerah wisata yang mudah di jangkau oleh penduduk di Pulau Kei ini.

Selain itu, warna pasir Pantai Ngurbloat ini putih cerah dan sangat lembut. Dalam kondisi mendung pun, pasir pantai tetap terlihat berkilau dan cukup menyilaukan mata. Pada saat kondisi panas terik, pasir pantai ini tidak ikut menjadi panas seperti pasir-pasir pantai pada umumnya. Kelembutan pasir yang ada di Pantai Ngurbloat diyakini masyarakat hanya dapat ditandingi oleh kelembutan tepung. Kondisi itulah yang membedakan Ngurbloat dengan pantai lainnya. Bagi wisatawan yang membawa anak balita, jangan lupa membawa peralatan untuk bermain pasir. Butiran pasir pantai yang halus menjadikan kulit terasa nyaman saat bersentuhan dengannya.

Di kawasan itu juga orang bisa berenang. Lokasinya cukup aman dan luas karena Pantai Ngurbloat landai. Pulau–pulau kecil yang terletak berhadapan dengan pantai itu membuat ombak laut di pantai tersebut tidak terlalu besar dan arusnya pun tidak terlalu kuat. Sejumlah kamar di beberapa penginapan di sekitar situ disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam di tepi pantai. Penginapan–penginapan tersebut umumnya berupa rumah panggung ala tropis yang terbuat dari kayu. Pantai Ngurbloat yang terletak di pesisir barat Pulau Kei Kecil berjarak sekitar 20 kilometer dari Tual, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah itu dapat dicapai dengan menggunakan mobil sewaan ataupun angkutan umum yang berpangkalan di Pasar Ohoijang, Langgur. Perjalanan dari Tual ke Pantai Ngurbloat ditempuh sekitar satu jam. Terdapat sejumlah perkampungan kecil yang letaknya terpencar–pencar di antara hamparan padang belukar.

Tanah di Pulau Kei Kecil yang berupa batu karang menyebabkan hanya tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di sana. Jarang sekali ditemukan pohon–pohon besar dan rimbun. Untuk ke Maluku Tenggara sendiri, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang ataupun kapal laut dari Ambon. Perjalanan dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, menuju Bandar Udara Dumatubun di Langgur ditempuh sekitar 1,5 jam dengan menggunakan pesawat berbadan kecil. Hampir setiap hari terdapat penerbangan dari Ambon menuju Langgur dengan maskapai yang berbeda–beda. Bagi yang gemar menggunakan angkutan laut, perjalanan dapat dilakukan dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, menuju Pelabuhan Tual. Perjalanan ini berlangsung sekitar 18 jam dengan menggunakan kapal penumpang milik PT Pelni. Waktu tempuh tersebut termasuk singgah sekitar dua jam di Pelabuhan Banda Naira. Namun, perjalanan laut ini biasanya hanya satu kali dalam satu minggu…..photo pantai terpanjang didunia,,,

Coban Rais

Posted: Juli 2, 2010 in Uncategorized
Tag:

Coban Rais merupakan salah satu obyek wisata air terjun di kota Batu. Untuk mencapai air terjun Coban Rais, harus melalui jalan setapak yang relatif landai, jalan hutan, dan menyusuri sungai. Dan selama perjalanan, anda dapat menikmati

suguhan pemandangan Kota Batu yang memikat mata.
Tempat wisata ini banyak dikunjungi pada waktu-waktu tertentu saja, seperti adanya kegiatan ospek kampus serta diklat. Saat ini, bumi perkemahannya yang menjadi objek utama, sedangkan air terjun coban rais sebagai pendukung.

Dulunya Air terjun memiliki nama “Air Terjun (Coban) Sabrangan” yang memiliki maksud bahwa : jika hendak sampai ke air terjun harus menyeberang 14 kali. Nama Rais diambil dari nama salah satu penduduk desa yang biasa di panggil pak Rais.

Bagi yang menyukai petualangan ekstrim, perjalanan menuju Coban Rais akan sangat dinikmati. Jarak dari bumi perkemahan hingga ke air terjun sepanjang ± 3,5 Km. Perjalanan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Sama sekali belum ada perumahan atau bahkan bangunan yang ada selama perjalanan. Perjalanan akan diselimuti udara dingin khas pegunungan, ditemani pohon-pohon,semak belukar dan gemercik air sungai serta sesekali akan berpapasan

dengan para penduduk desa yang sedang memikul kayu. Makin lama, keadaan jalan semakin mengecil dan terkadang menanjak dengan jarak yang lumayan jauh. Bahkan ada jalan yang hanya dapat dilalui satu orang dimana jalan tersebut berbatas langsung dengan tebing. Terkadang, tidak terdapat jalan setapak, hanya dapat dilalui dengan mengikuti alur sungai kecil yang terbentuk alami.
Perjalanan yang penuh ketegangan dan keletihan akan segera sirnah ketika air terjun telah berhasil dipandang. Tempat ini seakan menjadi puncak kepuasan tersendiri setelah mencapainya. Tidak sia-sia-lah perjalanan yang sudah ditempuh sedemikian jauh.
Alamat : Desa Dresel, Oro-oro Ombo Kec. Batu

Fasilitas :

* Air terjun
* Tempat perkemahan
* Toilet umum yang ada berjumlah 3 unit


Tak bisa dipungkiri, bila seorang Pendaki sejati pasti mengenal Wisata Alam Gunung Panderman. Bukit yang tak terlalu besar dan tinggi, namun penuh dengan tantangan sepanjang perjalanannya
Wisata yang terletak di Dusun Toyomerto, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Malang itu sangat cocok untuk pendaki pemula. Selain jalannya yang tidak terlalu menanjak, sepanjang perjalanan pengunjung dapat melihat pemandangan indah dan melihat rindangnya pepohon Pinus, sesekali jika beruntung dapat menjumpai Monyet yang lucu-lucu.<a

Cuaca yang cukup dingin bisa tiga kali lipat dibanding Malang akan dirasakan ketika berada dilokasi pegunungan itu.
“Selain cukup dingin, perjalanannya juga penuh tantangan tapi mengasikkan,” Ujar Ahmad Munawar pengunjung wisata Alam Gunung Panderman kepada DNAberita.
Maka dari itu, Nawar menambahkan, lokasi itu banyak dikunjungi orang. Selain dari kalangan pendaki, juga orang-orang datang sekedar menghilangkan kepenatanya. Jika sudah berada dipuncak, pada malam hari para pengunjung dapat menikmati kerlap-kerlip kota Malang.

“Sungguh sangat menarik sekali, setiap pengunjung masuknya gratis, dan jalannya sampai Pos satu sudah makadam,”tambah Dedi pengunjung lainnya.

Dedi menambahkan, untuk mencapai puncak gunung tersebut hanya membutuhkan perjalanan sekitar 3-4 Jam. “Meski jalannya ada yang makadam tapi sampai di ‘latar’ (pertengahan) saja, tapi untuk naek sampai puncak tidak bisa dilalui kendaraan,”ujar pria yang gemar mendaki ini.

Pantauan DNAberita dilokasi, Gunung Panderman lebih banyak didatangi muda-mudi untuk menikmati kondisi alam sekitar. Tak jarang mereka (pengunjung) membawa sejumlah perbekalan seperti tenda, jas hujan dan bebera kebutuhan lainnya.
Cuaca yang cukup dingin bisa tiga kali lipat dibanding Malang akan dirasakan ketika berada dilokasi pegunungan itu.

“Selain cukup dingin, perjalanannya juga penuh tantangan tapi mengasikkan,” Ujar Ahmad Munawar pengunjung wisata Alam Gunung Panderman kepada DNAberita.

Maka dari itu, Nawar menambahkan, lokasi itu banyak dikunjungi orang. Selain dari kalangan pendaki, juga orang-orang datang sekedar menghilangkan kepenatanya. Jika sudah berada dipuncak, pada malam hari para pengunjung dapat menikmati kerlap-kerlip kota Malang.

“Sungguh sangat menarik sekali, setiap pengunjung masuknya gratis, dan jalannya sampai Pos satu sudah makadam,”tambah Dedi pengunjung lainnya.

Dedi menambahkan, untuk mencapai puncak gunung tersebut hanya membutuhkan perjalanan sekitar 3-4 Jam. “Meski jalannya ada yang makadam tapi sampai di ‘latar’ (pertengahan) saja, tapi untuk naek sampai puncak tidak bisa dilalui kendaraan,”ujar pria yang gemar mendaki ini.
Pantauan DNAberita dilokasi, Gunung Panderman lebih banyak didatangi muda-mudi untuk menikmati kondisi alam sekitar. Tak jarang mereka (pengunjung) membawa sejumlah perbekalan seperti tenda, jas hujan dan bebera kebutuhan lainnya.
tapi yang sangat saya sayangkan banyak pendaki yang ngakunya pecinta alam mala merusak alam…menebangi pohon2 dan membakarnya…saya sudah
photo photo hiking panderman

Pantai Modangan

Posted: Mei 7, 2010 in Uncategorized

pantai Modangan yang terletak di 65 km barat daya kota Malang dan tepatnya berada di dusun Kalitekuk, desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Ombak yang cukup besar, pasir putih yang masih bebas dari sampah, serta batuan-batuan hitam adalah beberapa hal yang bisa kita temukan di lokasi ini. Yang juga cukup unik, berbeda dari kebanyakan pantai lainnya yang umumnya memiliki struktur batuan berupa batuan kapur, batu-batuan yang ada di lokasi ini adalah jenis batuan andesit berlapis yang menurut beberapa orang adalah bentukan dari lelehan lahar dari gunung berapi yang telah membeku. ,,asri dan ke unikan pantai kondangan juga ada sumber airnya dan air terjun juga,, asik juga buat para petualang sejati…


Pantai Jonggreng saloko terletak +- 11 km dari desa donomulyo yaitu desa Gondangtowo ujung selatan. Jalan menuju pantai yang juga tergolong sulit dan berbatuan serta di kelilinggi pepohonan di ruas jalan, sehingga pantai Jonggreng Saloko saat ini jarang pengunjungnya. Sebenarnya pantai Jonggreng Saloko sangatlah indah dan menarik sebagai tempat rekreasi, yang mana terdapat beberapa lokasi, salah satunya adalah adanya BROOS, yaitu terjadinya gelombang air yang menhamtam bebatuan dan bisa menimbulkan bunyi BROOS dan air laut bisa memancar dari batu diatas ketinggian 10 meter dari permukaan laut.

Pulau Bangka biasa dikaitkan dengan timah. Padahal, Bangka juga kaya pantai dengan pemandangan eksotis. Bahkan, pantai di Bangka banyak pula yang menyimpan terumbu karang menawan. Pantai Parai Tenggiri salah satunya.

Parai Tenggiri terletak di Sungailiat, ibu kota Kabupaten Bangka, sekitar 30 km arah utara Pangkal Pinang. Mencapai area wisata andalan Provinsi Bangka Belitung itu relatif mudah karena ada Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang.

Hanya butuh 55 menit perjalanan ke Bandara Depati Amir dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Tiap hari juga ada penerbangan ke sana. Pelancong tinggal pilih maskapai yang disukai. Ada Batavia Air, Sriwijaya Air, Mandala Air Lines, dan Garuda Indonesia.

Dari bandara, perjalanan bisa dilanjutkan dengan travel atau taksi yang mangkal di Depati Amir. Tarifnya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu untuk jarak tempuh 34 km (45 menit) ke kawasan Parai.

Kalau ingin berhemat, pelancong bisa mengandalkan angkutan umum. Biayanya hanya Rp 150 ribu-Rp 200 ribu. Tapi, memang agak ribet. Harus estafet, berpindah-pindah angkutan. Dari Bandara Depati Amir, kita bisa naik angkot ke terminal di Pasar Pembangunan, dilanjutkan angkot jurusan Terminal Selindung. Tarif masing-masing angkot tersebut Rp 3.000.

Di Terminal Selindung, kita bisa naik bus atau minibus (L300) ke terminal di Pasar Sungailiat dengan tarif sekitar Rp 15 ribu. Dari Terminal Pasar Sungailiat itu kita harus mencari angkot. Atau, kita bisa langsung menyewa L300 yang kita tumpangi tadi dan minta diantar ke kawasan Pantai Parai. Ongkosnya Rp 100 Ribu-Rp150 ribu.

Setiba di Parai Tenggiri, tour guide biasanya stand by di lobi Parai Resort & SPa, siap membawa kita bertualang mengunjungi kawasan terumbu karang eksotik di perairan Parai Tenggiri. Alternatif paling mudah adalah menggunakan glass buttom boat, perahu dengan jendela kaca di dasarnya. Perlu 25 menit perjalanan untuk sampai di kawasan terumbu karang kering.

Di kawasan itu, terumbu karang tampak jelas dari dasar perahu yang tembus pandang. Sebab, kedalaman air hanya 4-5 meter. Asal air tidak sedang pasang, terumbu karang bisa dinikmati dengan mata telanjang.

Bagi yang hobi menyelam, kawasan di sekitar puing kapal PT Timah yang tenggelam beberapa puluh tahun silam itu merupakan surga dengan keindahan luar biasa. Terumbu karang empat warna tumbuh di kawasan itu. Ada yang berwarna biru, merah, kuning, serta hijau-putih.

Untuk menikmati terumbu karang di kawasan seluas sekitar satu hektare itu, penyelam cukup menggunakan peralatan selam seada­nya. Sebab, perairan di sana cukup dangkal.

Bagi yang tidak suka menyelam, te­rumbu karang empat warna itu juga bisa dinikmati dari kapal. Dari jendela kaca di dasar kapal, kita bisa menikmati gerombolan ikan hias dan ikan ekor kuning berkejaran. Atau, penyu yang mencari tempat beristirahat. Tarif kapal Rp 90 ribu per orang tiap trip.

Di kawasan terumbu karang kering itu, tumbuh pula karang otak yang memesona dan selalu mengundang decakan kagum penyelam. Disebut terumbu karang otak karena penampilannya memang persis otak manusia. Warna karang putih pualam dengan kerutan layaknya otak manusia yang sedang berdenyut.

”Pantai Parai Tenggiri dengan pasirnya yang lembut sudah lama dikenal. Tapi, di sini juga ada surga bawah laut yang sering diburu penyelam,” kata Defrido, manajer Parai Resort and Spa (El John Group), pengelola kawasan wisata Parai Tenggiri, kepada Babel Pos (Jawa Pos Group).

Menurut Oji, 25, warga Matras, Sungailiat, terumbu karang di perairan Parai masih asli dan belum terjamah. Warga sekitar sering menghabiskan waktu menikmati karang nan indah itu atau sekadar berburu bulu babi.

Saban week end, lanjut Oji, trip ke karang otak ramai, apalagi saat musim angin tenang. ”Luar biasa cantik. Saya tak bosan-bosan mengulang menyelam ke karang otak. Bentuk dan warnanya sungguh memesona,” katanya.

Tak beda dengan Oji, Wayan sengaja berlibur ke Pulau Bangka untuk mengagumi terumbu karang yang tumbuh di kawasan Parai Tenggiri. Menurut pria asal Bali itu, karang yang ada di perairan Parai Tenggiri tak kalah indah jika dibandingkan dengan terumbu karang di Nusa Dua, Bali.

Sayang, katanya, terumbu karang di sini kadang diganggu kapal isap yang beroperasi tak jauh dari kawasan terumbu karang. ”Air di seputar kawasan itu jadi keruh hingga penyelam tak bisa menikmati keindahannya,” jelasnya. di kutip dari jawapos.

MATARAM
Dua buah gili (pulau kecil) di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tenggelam akibat kerusakan terumbu karang.

Bupati Lombok Timur, M Sukiman Azmy, mengemukakan hal itu saat dialog dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata, usai peresmian prototype Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Hybrida di Ketapang, Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (22/12).

“Sudah ada dua gili yang tenggelam akibat kerusakan terumbu karang dan saya tidak menghendaki hal itu terulang kembali,” ujarnya.

Dua gili yang dimaksud yakni Gili Pengadah dan Gili Kapal yang luasnya sekitar belasan hektare namun telah punah (tenggelam) akibat kerusakan terumbu karang. Dua gili tersebut bagian dari delapan gili yang pernah ada di Selat Alas Kabupaten Lombok Timur. Enam gili lainnya yakni Gili Kondo, Gili Lawangan, Gili Sulat, Gili Bidara, Gili Lampu, dan Gili Bagik.

Kini, Gili Kondo pun terancam punah akibat ulah kelompok masyarakat yang mengeksploitasi terumbu karang secara besar-besaran.

Untuk menggapai gili-gili di Selat Alas itu, dapat menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Laut Kayangan di ujung timur Pulau Lombok, yang memerlukan waktu tempuh sekitar satu jam.

Sementara jarak tempuh dari Mataram, Ibukota Provinsi NTB ke Pelabuhan Kayangan lebih dari 100 kilometer atau sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Secara keseluruhan, di perairan Kabupaten Lombok Timur terdapat 33 buah gili dari total 278 buah gili yang menyebar di berbagai wilayah kabupaten di NTB.

Sukiman mengatakan, pihaknya tengah memprogramkan pemberdayaan masyarakat yang teridentifikasi sebagai pelaku pengrusakan terumbu karang di perairan Lombok Timur.

“Kami sudah alokasikan sejumlah dana di APBD tahun 2010 yang sudah direstui kalangan legislatif untuk memberdayakan masyarakat yang sering merusak terumbu karang,” ujarnya.

Menurut Sukiman, perusak terumbu karang dari kalangan nelayan akan dimodali peralatan penangkapan ikan agar melupakan terumbu karang. Demikian pula, masyarakat dari kalangan petani dan peternak yang selama ini ikut-ikutan merusak terumbu karang sehingga dua buah gili punah, akan diberikan modal usaha tani ternak.

“Bahkan, akan diberi sapi untuk dikembangkan guna menghasilkan pendapatan keluarga yang menjanjikan,” ujarnya.

Ranu Pane, danau eksotis

Posted: September 14, 2009 in Uncategorized
Tag:,

10991170kXrAyQDCaL_phMelewati desa Ranu Pane, kurang afdol kalau tidak singgah di Ranu (danau) Pane. Danau yang terletak di gerbang desa ini kian bertambah sempit karena longsoran tanah dari sekitar danau. Belum nampak upaya pembuatan tangkis, atau penanaman pohon penahan longsor. Bahkan penulis menyaksikan sendiri beberapa pohon di tepi danau hanya tersisa akar yang “nongol’. Bekas pohonm, entah karena ditebang atau roboh diterjang angin.Setelah malam sebelumnya kami menginap di rumah Pak Ruseno daerah Tumpang,yang mana kemudian anaknya mas Pras lah yang mengantar kami sampai Ranu Pane. Kami di antar ke Ranu Pane dengan menggunakan truk. Di tengah jalan kami sempat melihat asap hasil letusan Gunung Semeru yaitu Wedus Gembel.bromo

Sepanjang perjalanan menuju Ranupane kami disambut dengan udara yang sejuk dan segar serta pemandangan alam yang keren nan indah. Di daerah Bantengan kami berhenti sebentar,karena apa..?? Ternyata Bantengan adalah lembah yang luas dengan pemandangan yang indah dihiasi permainan cahaya matahari pagi yang apik. Bingung khan? Saya sendiri aja bingung jelasinnya ^^. Foto-foto bentar, lalu lanjut jalan lagi dan kami tetap mendapat pemandangan yang indah di sepanjang jalan.

Tepat pukul 08.00 WI jam tangannya Jackpot, kami tiba di pos perijinan Ranu Pane. Perijinan diurus oleh Tepi sebagai ketua tim, setelah itu kami makan pagi berupa nasi pecel yang dibeli telah dibeli sebelumnya di Tumpang. Selagi kami makan, rombnongan pendaki asal negara Prancis telah mulai jalan dan mereka menggunakan jasa porter untuk membawa peralatan dan perlengkapan pendakian mereka.

Pukul 09.00 masih WI jam tangannya Jackpot,kami pun memulai langkah menuju puncak Mahameru. Sebelumnya tak lupa kami berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dipimpin oleh Tepi dan ditambah beberapa wejangan dari Chekong.Bromo_sholat_1

SSA41445

Pantai ini terletak 30 km di bagian selatan kota malang tepatnya berada di selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pantai Sendang Biru merupakan obyek wisata yang berpotensi sebagai wisata alam karena memiliki pemandangan alam yang indah untuk dinikmati, sehingga pengunjung yang datang bisa menikmati panorama alam dan laut yang indah baik dengan menggunakan perahu atau tidak menggunakan perahu.
sempu1
Selain itu pengunjung juga dapat melihat kegiatan para nelayan seperti berlayar, menangkap ikan, memancing, menjala ikan dan menangkap udang. Di pantai ini terdapat tempat pelelangan ikan. Meskipun pantai ini berada di laut selatan namun karakter ombaknya tidak sebesar pantai selatan lainnya , ini di karenakan pantai ini di lindungi oleh pulau sempu. Dimana pulau sempu ini berfungsi sebagai cagar alam.
crazyphotographerbyafvoms1
Di pulau sempu sendiri terdapat sebuah danau yang di namai Telaga Lele karena didalamnya banyak dihuni ikan jenis ini dan di lindungi. Di Sempu juga terdapat telaga yang disebut dengan Segara Anakan. Tempat ini lebih mirip telaga kecil yang dikelilingi batu karang tinggi yang membatasinya dengan laut lepas, laut selatan atau Laut Indonesia yang bergelombang besar. Suplai air ke telaga ini berasal dari karang yang berlubang besar di tengahnya, yang secara periodik menyajikan pemandangan indah percik-percik air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan.
SSA41445
Selain berenang di kolam raksasa ini, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai. Bagi yang menyukai suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri. Disamping itu juga bisa memanjat karang yang mengitari Segara Anakan, dari atas karang kita bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing2 raksasa, sangat indah memang.sempu_089
sempu3