Terumbu Karang yang Menawan di Parai Tenggiri Bangka Belitung

Posted: April 25, 2010 in Uncategorized
Tag:

Pulau Bangka biasa dikaitkan dengan timah. Padahal, Bangka juga kaya pantai dengan pemandangan eksotis. Bahkan, pantai di Bangka banyak pula yang menyimpan terumbu karang menawan. Pantai Parai Tenggiri salah satunya.

Parai Tenggiri terletak di Sungailiat, ibu kota Kabupaten Bangka, sekitar 30 km arah utara Pangkal Pinang. Mencapai area wisata andalan Provinsi Bangka Belitung itu relatif mudah karena ada Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang.

Hanya butuh 55 menit perjalanan ke Bandara Depati Amir dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Tiap hari juga ada penerbangan ke sana. Pelancong tinggal pilih maskapai yang disukai. Ada Batavia Air, Sriwijaya Air, Mandala Air Lines, dan Garuda Indonesia.

Dari bandara, perjalanan bisa dilanjutkan dengan travel atau taksi yang mangkal di Depati Amir. Tarifnya Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu untuk jarak tempuh 34 km (45 menit) ke kawasan Parai.

Kalau ingin berhemat, pelancong bisa mengandalkan angkutan umum. Biayanya hanya Rp 150 ribu-Rp 200 ribu. Tapi, memang agak ribet. Harus estafet, berpindah-pindah angkutan. Dari Bandara Depati Amir, kita bisa naik angkot ke terminal di Pasar Pembangunan, dilanjutkan angkot jurusan Terminal Selindung. Tarif masing-masing angkot tersebut Rp 3.000.

Di Terminal Selindung, kita bisa naik bus atau minibus (L300) ke terminal di Pasar Sungailiat dengan tarif sekitar Rp 15 ribu. Dari Terminal Pasar Sungailiat itu kita harus mencari angkot. Atau, kita bisa langsung menyewa L300 yang kita tumpangi tadi dan minta diantar ke kawasan Pantai Parai. Ongkosnya Rp 100 Ribu-Rp150 ribu.

Setiba di Parai Tenggiri, tour guide biasanya stand by di lobi Parai Resort & SPa, siap membawa kita bertualang mengunjungi kawasan terumbu karang eksotik di perairan Parai Tenggiri. Alternatif paling mudah adalah menggunakan glass buttom boat, perahu dengan jendela kaca di dasarnya. Perlu 25 menit perjalanan untuk sampai di kawasan terumbu karang kering.

Di kawasan itu, terumbu karang tampak jelas dari dasar perahu yang tembus pandang. Sebab, kedalaman air hanya 4-5 meter. Asal air tidak sedang pasang, terumbu karang bisa dinikmati dengan mata telanjang.

Bagi yang hobi menyelam, kawasan di sekitar puing kapal PT Timah yang tenggelam beberapa puluh tahun silam itu merupakan surga dengan keindahan luar biasa. Terumbu karang empat warna tumbuh di kawasan itu. Ada yang berwarna biru, merah, kuning, serta hijau-putih.

Untuk menikmati terumbu karang di kawasan seluas sekitar satu hektare itu, penyelam cukup menggunakan peralatan selam seada­nya. Sebab, perairan di sana cukup dangkal.

Bagi yang tidak suka menyelam, te­rumbu karang empat warna itu juga bisa dinikmati dari kapal. Dari jendela kaca di dasar kapal, kita bisa menikmati gerombolan ikan hias dan ikan ekor kuning berkejaran. Atau, penyu yang mencari tempat beristirahat. Tarif kapal Rp 90 ribu per orang tiap trip.

Di kawasan terumbu karang kering itu, tumbuh pula karang otak yang memesona dan selalu mengundang decakan kagum penyelam. Disebut terumbu karang otak karena penampilannya memang persis otak manusia. Warna karang putih pualam dengan kerutan layaknya otak manusia yang sedang berdenyut.

”Pantai Parai Tenggiri dengan pasirnya yang lembut sudah lama dikenal. Tapi, di sini juga ada surga bawah laut yang sering diburu penyelam,” kata Defrido, manajer Parai Resort and Spa (El John Group), pengelola kawasan wisata Parai Tenggiri, kepada Babel Pos (Jawa Pos Group).

Menurut Oji, 25, warga Matras, Sungailiat, terumbu karang di perairan Parai masih asli dan belum terjamah. Warga sekitar sering menghabiskan waktu menikmati karang nan indah itu atau sekadar berburu bulu babi.

Saban week end, lanjut Oji, trip ke karang otak ramai, apalagi saat musim angin tenang. ”Luar biasa cantik. Saya tak bosan-bosan mengulang menyelam ke karang otak. Bentuk dan warnanya sungguh memesona,” katanya.

Tak beda dengan Oji, Wayan sengaja berlibur ke Pulau Bangka untuk mengagumi terumbu karang yang tumbuh di kawasan Parai Tenggiri. Menurut pria asal Bali itu, karang yang ada di perairan Parai Tenggiri tak kalah indah jika dibandingkan dengan terumbu karang di Nusa Dua, Bali.

Sayang, katanya, terumbu karang di sini kadang diganggu kapal isap yang beroperasi tak jauh dari kawasan terumbu karang. ”Air di seputar kawasan itu jadi keruh hingga penyelam tak bisa menikmati keindahannya,” jelasnya. di kutip dari jawapos.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s